- Admin Dinkes
- Rabu, 29 April 2026
- 9
Jaga kebersihan lingkungan, cegah Hantavirus sejak dini!
Belakangan ini, Hantavirus mulai menjadi perhatian masyarakat setelah muncul berbagai laporan kasus di beberapa negara. Virus ini tetap perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius apabila tidak ditangani dengan baik.
Hantavirus merupakan virus yang berasal dari kelompok Orthohantavirus dan umumnya ditemukan pada hewan pengerat seperti tikus. Penularan kepada manusia biasanya terjadi melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang telah terkontaminasi virus.
Partikel virus dapat menyebar ke udara saat kotoran tikus yang kering tersapu atau teraduk debu, kemudian terhirup oleh manusia. Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui kontak langsung dengan tikus, benda yang terkontaminasi, maupun melalui luka terbuka dan selaput lendir seperti mata, hidung, dan mulut.
Kementerian Kesehatan juga menyebutkan bahwa kasus Hantavirus di Indonesia terus dipantau melalui sistem surveilans nasional guna meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan dini di masyarakat.
Gejala Hantavirus pada awalnya sering menyerupai flu biasa sehingga kerap tidak disadari. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain demam, sakit kepala, nyeri otot, tubuh lemas, mual, hingga sesak napas. Pada kondisi tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi lebih berat apabila terlambat mendapatkan penanganan medis.
Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran virus ini. Area yang jarang dibersihkan seperti gudang, loteng, tempat penyimpanan barang, hingga sudut rumah yang lembap perlu mendapat perhatian lebih karena berpotensi menjadi tempat berkembangnya tikus.
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan Hantavirus, di antaranya:
- Rajin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.
- Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.
- Menghindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya.
- Menyimpan makanan dan minuman dalam wadah tertutup.
- Menutup lubang atau celah rumah yang menjadi akses masuk tikus.
- Menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area berdebu atau kotor.
- Rutin membuang sampah agar tidak menjadi sarang hewan pengerat.
Apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, sesak napas, atau merasa kurang sehat setelah terpapar lingkungan yang kotor dan banyak tikus, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya untuk menciptakan kenyamanan, tetapi juga menjadi upaya penting dalam melindungi kesehatan keluarga dan masyarakat sekitar dari berbagai penyakit menular.
Jaga kebersihan lingkungan, cegah Hantavirus sejak dini!


